Keamanan Siber & Privasi

Serangan Rantai Pasokan AI Mastra: Kelompok Peretas Korea Utara dan Dampaknya bagi Pengembang

Oleh Mag-Info Tech editorial · 2026-06-21

Serangan Rantai Pasokan AI Mastra: Kelompok Peretas Korea Utara dan Dampaknya bagi Pengembang

Serangan terhadap ekosistem pengembangan perangkat lunak JavaScript kini semakin canggih dan berbahaya. Baru-baru ini, Microsoft mengungkapkan bahwa kelompok peretas asal Korea Utara, Sapphire Sleet (juga dikenal sebagai BlueNoroff), telah menargetkan lingkungan pengembangan Mastra AI melalui serangan rantai pasokan yang melibatkan lebih dari 140 paket npm. Serangan ini dimulai dengan kompromi akun pemelihara npm bernama "ehindero", yang memiliki hak publikasi terhadap lingkup paket @mastra. Dari sana, para penyerang menyisipkan dependensi jahat bernama "easy-day-js" — tiruan tipuan (typosquatting) dari library populer dayjs — yang memungkinkan mereka mengeksekusi skrip dropper malware setelah instalasi.

Setelah paket-paket yang terinfeksi diinstal oleh pengembang, dependensi jahat tersebut memicu hook pasca-instal yang menjalankan skrip berobfuskasi. Skrip ini tidak hanya menonaktifkan verifikasi sertifikat TLS, tetapi juga menghubungi infrastruktur perintah dan kontrol (C2) milik penyerang untuk mengunduh payload tahap kedua. Payload ini berupa malware pencuri informasi lintas platform yang dirancang untuk mencuri berbagai data sensitif, mulai dari kredensial login, kunci API, token otentikasi, hingga dompet kripto. Malware tersebut juga memeriksa keberadaan 166 ekstensi dompet kripto di browser, termasuk MetaMask, Phantom, Coinbase Wallet, Binance Wallet, dan TronLink. Selain itu, malware menggunakan berbagai metode persistensi tergantung sistem operasi yang digunakan, seperti kunci Run di Windows Registry, LaunchAgents di macOS, dan layanan systemd di Linux.

Serangan ini menunjukkan pola yang semakin umum dalam serangan rantai pasokan modern: penyerang tidak lagi menargetkan sistem produksi secara langsung, melainkan melalui jalur yang lebih lemah — dalam hal ini, lingkungan pengembangan yang saling terhubung melalui ekosistem paket sumber terbuka. Dengan mengkompromikan satu paket atau akun pemelihara, penyerang dapat menyebarkan malware ke ribuan pengembang dan proyek secara bersamaan. Dampaknya tidak hanya terbatas pada pencurian data, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, terutama jika kredensial atau dompet kripto berhasil dicuri. Bagi organisasi, serangan semacam ini juga dapat merusak kepercayaan terhadap rantai pasokan perangkat lunak dan menimbulkan dampak reputasi yang serius.

Bagaimana Kelompok Sapphire Sleet Menjalankan Serangan

Microsoft menilai serangan ini dengan tingkat kepercayaan tinggi sebagai pekerjaan kelompok peretas Sapphire Sleet, yang dikenal aktif sejak 2014 dan memiliki rekam jejak dalam menargetkan sektor keuangan, khususnya institusi perbankan dan kripto. Kelompok ini sebelumnya telah dikaitkan dengan serangan terhadap bank di Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia, serta operasi pencurian kripto skala besar. Dalam serangan terhadap Mastra AI, kelompok ini menunjukkan kemampuan operasional yang tinggi dengan memanfaatkan teknik pengintaian yang cermat dan infrastruktur C2 yang terdistribusi.

Serangan dimulai dengan pengumpulan informasi mengenai target potensial, termasuk pengembang yang menggunakan paket-paket di lingkup @mastra. Setelah akun "ehindero" berhasil dikompromikan — kemungkinan melalui teknik phishing, pencurian kredensial, atau eksploitasi kerentanan yang tidak diketahui — para penyerang memanfaatkan akses tersebut untuk menerbitkan pembaruan jahat. Pembaruan ini tidak hanya mencakup dependensi jahat "easy-day-js", tetapi juga mengandung kode yang memungkinkan eksekusi otomatis setelah instalasi, tanpa memerlukan interaksi tambahan dari korban. Pendekatan ini memungkinkan malware untuk menyebar dengan cepat dan meluas di antara pengembang yang tidak menyadari adanya aktivitas mencurigakan.

Setelah malware dijalankan, tahap berikutnya adalah pengumpulan data dan eksfiltrasi. Malware yang diunduh melakukan pemindaian terhadap sistem yang terinfeksi untuk mengidentifikasi informasi sensitif, termasuk riwayat browser, aplikasi yang terinstal, dan proses yang sedang berjalan. Selain itu, malware secara khusus memeriksa keberadaan ekstensi dompet kripto populer, yang sering digunakan oleh individu dan organisasi untuk menyimpan aset digital mereka. Dengan mengumpulkan data ini, kelompok Sapphire Sleet dapat menargetkan korban dengan lebih efektif, baik untuk pencurian langsung maupun sebagai langkah awal dalam serangan yang lebih luas, seperti serangan ransomware atau pencurian identitas.

Teknik yang Digunakan: Typosquatting hingga Eksekusi Lintas Platform

Salah satu teknik utama yang digunakan dalam serangan ini adalah typosquatting, yaitu praktik membuat nama paket atau library yang mirip dengan nama yang sudah dikenal untuk menipu pengguna agar menginstalnya tanpa curiga. Dalam kasus ini, "easy-day-js" diciptakan sebagai tiruan dari "dayjs", library JavaScript populer yang digunakan untuk manipulasi tanggal dan waktu. Dengan memanfaatkan nama yang familiar, para penyerang berhasil meningkatkan tingkat keberhasilan serangan mereka, karena banyak pengembang yang secara otomatis mempercayai paket-paket yang memiliki nama serupa dengan library yang sudah mapan.

developer typing code laptop

Selain typosquatting, serangan ini juga memanfaatkan fitur hook pasca-instal yang umum digunakan dalam ekosistem npm. Hook pasca-instal memungkinkan skrip untuk dijalankan secara otomatis setelah proses instalasi paket selesai. Dalam konteks serangan ini, hook pasca-instal digunakan untuk menjalankan skrip dropper yang mengunduh dan mengeksekusi payload tahap kedua. Skrip ini dirancang untuk beroperasi secara diam-diam, dengan menonaktifkan verifikasi TLS untuk menghindari deteksi oleh sistem keamanan yang memeriksa sertifikat SSL/TLS. Hal ini menunjukkan bahwa para penyerang memiliki pemahaman yang mendalam tentang mekanisme keamanan yang umum digunakan dan cara untuk menghindarinya.

Malware yang digunakan dalam serangan ini juga dirancang untuk beroperasi secara lintas platform, dengan dukungan untuk Windows, Linux, dan macOS. Hal ini memungkinkan kelompok Sapphire Sleet untuk menargetkan berbagai lingkungan pengembangan, baik yang digunakan oleh pengembang individu maupun tim pengembangan besar. Selain itu, malware juga menggunakan berbagai metode persistensi untuk memastikan bahwa payload tahap kedua tetap aktif setelah sistem dihidupkan ulang. Metode-metode ini mencakup kunci Run di Windows Registry, LaunchAgents di macOS, dan layanan systemd di Linux, yang semuanya dirancang untuk memastikan malware tetap berjalan bahkan setelah sistem di-reboot.

Dampak terhadap Ekosistem Pengembangan dan Organisasi

Serangan terhadap rantai pasokan perangkat lunak, terutama melalui ekosistem npm, memiliki dampak yang luas dan merugikan. Bagi pengembang individu, serangan ini dapat menyebabkan pencurian kredensial, kunci API, dan token otentikasi, yang dapat digunakan untuk akses tidak sah ke sistem atau akun pribadi. Selain itu, pencurian dompet kripto dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, terutama jika korban tidak segera menyadari adanya aktivitas mencurigakan. Bagi organisasi, serangan semacam ini dapat menyebabkan kerusakan reputasi, hilangnya kepercayaan pelanggan, dan bahkan tuntutan hukum jika data pelanggan atau rahasia perusahaan bocor.

Salah satu dampak yang sering diabaikan adalah kerusakan terhadap kepercayaan terhadap rantai pasokan perangkat lunak. Ketika pengembang tidak lagi yakin bahwa paket-paket yang mereka unduh dari repository publik aman, mereka mungkin akan beralih ke solusi alternatif yang lebih mahal atau kurang efisien. Hal ini dapat memperlambat inovasi dan meningkatkan biaya pengembangan perangkat lunak. Selain itu, serangan semacam ini juga dapat mendorong organisasi untuk menerapkan kebijakan keamanan yang lebih ketat, seperti penggunaan paket privat, pemindaian keamanan otomatis, atau bahkan pembatasan akses terhadap repository publik.

Bagi sektor keuangan, yang menjadi target utama kelompok Sapphire Sleet, serangan ini dapat menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar. Selain pencurian langsung melalui dompet kripto, kelompok ini juga dapat menggunakan kredensial yang dicuri untuk mengakses sistem perbankan atau platform perdagangan. Hal ini dapat menyebabkan pencurian dana, manipulasi transaksi, atau bahkan serangan ransomware yang menuntut pembayaran dalam kripto. Oleh karena itu, organisasi di sektor keuangan perlu meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap serangan rantai pasokan dan memastikan bahwa sistem keamanan mereka mampu mendeteksi dan merespons ancaman semacam ini dengan cepat.

Langkah-Langkah Perlindungan bagi Pengembang dan Organisasi

Ad
MEFAI trade resultMEFAI trade resultMEFAI trade resultMEFAI trade resultMEFAI trade resultMEFAI trade resultMEFAI trade resultMEFAI trade result
Trading bukanlah kasino. Berhentilah berjudi.

Hasil nyata dari AI MEFAI. Dapatkan diskon $50 untuk paket Pro.

Klaim diskon $50 untuk Pro

Disponsori · Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil masa depan. Bukan saran keuangan.

Bagi pengembang yang menggunakan paket-paket dari repository publik seperti npm, ada beberapa langkah praktis yang dapat diambil untuk mengurangi risiko serangan rantai pasokan. Pertama, selalu periksa sumber dan integritas paket sebelum menginstalnya. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa nama paket, versi, dan metadata yang disediakan oleh repository. Selain itu, gunakan alat pemindaian keamanan otomatis, seperti dependabot atau tools seperti Snyk, untuk mendeteksi dependensi yang rentan atau mencurigakan. Alat-alat ini dapat membantu mengidentifikasi paket yang mengandung malware atau memiliki kerentanan yang belum diperbaiki.

server room data center

Kedua, terapkan prinsip least privilege dalam penggunaan akun dan akses. Jangan gunakan akun dengan hak administratif untuk aktivitas sehari-hari, dan batasi akses terhadap repository publik hanya kepada pengembang yang benar-benar membutuhkannya. Selain itu, gunakan autentikasi dua faktor (2FA) untuk semua akun yang terhubung dengan repository atau sistem pengembangan. Langkah ini dapat mencegah akun dari kompromi melalui serangan phishing atau pencurian kredensial.

Ketiga, terapkan isolasi lingkungan pengembangan. Gunakan kontainer atau mesin virtual untuk menjalankan tugas-tugas pengembangan yang melibatkan paket-paket dari repository publik. Dengan cara ini, jika terjadi kompromi, dampaknya dapat dibatasi hanya pada lingkungan yang terisolasi tersebut. Selain itu, pastikan untuk secara rutin memperbarui sistem operasi, perangkat lunak, dan dependensi yang digunakan, untuk memastikan bahwa kerentanan yang diketahui telah diperbaiki.

Bagi organisasi, langkah-langkah tambahan dapat mencakup penerapan kebijakan keamanan yang ketat, seperti penggunaan paket privat atau internal repository untuk dependensi kritis. Selain itu, lakukan audit keamanan secara berkala terhadap lingkungan pengembangan dan sistem produksi, untuk memastikan tidak ada paket atau dependensi yang mencurigakan. Terakhir, pastikan untuk memiliki rencana respons insiden yang jelas, sehingga organisasi dapat merespons serangan dengan cepat dan efektif, meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Ancaman yang Semakin Canggih dan Taktik yang Berkembang

Serangan terhadap Mastra AI menunjukkan bahwa kelompok peretas seperti Sapphire Sleet terus mengembangkan taktik dan teknik mereka untuk mengeksploitasi kerentanan dalam rantai pasokan perangkat lunak. Salah satu tren yang semakin umum adalah penggunaan serangan rantai pasokan sebagai vektor awal untuk serangan yang lebih luas, seperti serangan ransomware atau pencurian data skala besar. Dengan menargetkan lingkungan pengembangan, para penyerang dapat memperoleh akses awal ke sistem korban, yang kemudian dapat digunakan untuk melancarkan serangan lebih lanjut.

Selain itu, kelompok peretas juga semakin memanfaatkan teknik-teknik canggih, seperti obfuskasi kode, penghindaran deteksi, dan penggunaan infrastruktur C2 yang terdistribusi. Hal ini membuat serangan semakin sulit untuk dideteksi dan dicegah oleh sistem keamanan tradisional. Kelompok seperti Sapphire Sleet juga dikenal memiliki sumber daya yang signifikan, termasuk dukungan dari negara, yang memungkinkan mereka untuk melakukan serangan skala besar dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Bagi organisasi dan pengembang, penting untuk menyadari bahwa ancaman ini tidak akan hilang dalam waktu dekat. Sebaliknya, serangan rantai pasokan kemungkinan akan terus meningkat, seiring dengan semakin kompleksnya ekosistem perangkat lunak dan semakin tingginya ketergantungan terhadap repository publik. Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran akan ancaman ini dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi diri dari serangan yang semakin canggih.

cyber security padlock shield

Masa Depan Keamanan Rantai Pasokan Perangkat Lunak

Untuk mengatasi ancaman yang semakin kompleks ini, diperlukan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengembang, organisasi, dan penyedia layanan cloud. Salah satu solusi yang semakin populer adalah penggunaan alat-alat keamanan otomatis yang dapat mendeteksi dan mencegah serangan rantai pasokan secara real-time. Alat-alat ini dapat memindai dependensi secara otomatis, mengidentifikasi paket yang mencurigakan, dan memberikan peringatan dini kepada pengembang atau tim keamanan.

Selain itu, organisasi juga dapat mempertimbangkan untuk menerapkan pendekatan zero-trust dalam lingkungan pengembangan mereka. Dengan prinsip zero-trust, setiap akses atau aktivitas dianggap tidak tepercaya hingga terbukti sebaliknya. Hal ini dapat membantu mencegah kompromi akun atau sistem, bahkan jika kredensial telah dicuri. Selain itu, organisasi juga dapat menerapkan kebijakan keamanan yang lebih ketat, seperti penggunaan sandi satu kali (OTP) atau autentikasi berbasis hardware, untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses sistem kritis.

Pendidikan dan kesadaran juga merupakan kunci dalam melawan serangan rantai pasokan. Pengembang perlu dilatih untuk mengenali taktik dan teknik yang digunakan oleh para penyerang, serta memahami pentingnya praktik keamanan yang baik. Selain itu, organisasi perlu secara rutin melakukan simulasi serangan atau latihan respons insiden, untuk memastikan bahwa tim keamanan siap menghadapi ancaman nyata. Dengan mengambil langkah-langkah ini, organisasi dan pengembang dapat meningkatkan ketahanan mereka terhadap serangan rantai pasokan dan melindungi aset digital mereka dari ancaman yang semakin canggih.

Apa yang Perlu Dilakukan Sekarang?

Bagi pengembang yang saat ini menggunakan paket-paket dari repository publik, langkah pertama adalah melakukan audit menyeluruh terhadap dependensi yang digunakan. Periksa apakah ada paket yang mencurigakan atau tidak dikenal, dan segera hapus atau ganti paket tersebut dengan versi yang aman. Selain itu, pastikan untuk memperbarui semua dependensi secara berkala, untuk memastikan bahwa kerentanan yang diketahui telah diperbaiki.

Bagi organisasi, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kebijakan keamanan yang ada dan memastikan bahwa sistem dan proses yang digunakan mampu mendeteksi dan merespons serangan rantai pasokan. Pertimbangkan untuk menerapkan alat-alat pemindaian otomatis, isolasi lingkungan pengembangan, dan prinsip zero-trust. Selain itu, pastikan untuk memiliki rencana respons insiden yang jelas, sehingga organisasi dapat merespons serangan dengan cepat dan efektif.

Terakhir, tetap ikuti perkembangan ancaman terbaru dan praktik keamanan terbaik. Ancaman rantai pasokan perangkat lunak terus berkembang, dan hanya dengan terus meningkatkan kesadaran dan kesiapan, organisasi dan pengembang dapat melindungi diri mereka dari serangan yang semakin canggih. Dengan mengambil tindakan proaktif sekarang, kita dapat meminimalkan risiko dan memastikan bahwa ekosistem pengembangan perangkat lunak tetap aman dan terpercaya.

Lebih lanjut di Keamanan Siber & Privasi