AI Supercoder Baru Berpotensi Jadi Pencuri Miliaran Dollar di Kripto
Oleh Mag-Info Tech editorial · 2026-06-14

Dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi) tengah menghadapi ancaman baru yang tak terlihat: model kecerdasan buatan (AI) yang mampu bergerak lebih cepat dari manusia biasa. Anthropic baru saja meluncurkan Claude Fable 5, model AI terbaru mereka yang menawarkan kemampuan pemrograman dan penalaran jauh lebih kuat dibandingkan pendahulunya. Meski dilengkapi filter keamanan, para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa model ini berpotensi menjadi senjata ampuh bagi peretas untuk mengeksploitasi celah keamanan dalam sistem DeFi yang sudah rapuh. Dengan kerugian akibat peretasan DeFi mencapai lebih dari $840 juta sejak awal tahun ini, ancaman ini bukanlah isapan jempol.
Ancaman ini bukan sekadar hipotesis. Model AI seperti Claude Fable 5 dirancang untuk memahami dan menulis kode dengan kecepatan serta akurasi yang tak mungkin dicapai manusia. Dalam konteks DeFi, di mana sistem dibangun di atas smart contract yang kompleks dan sering kali memiliki celah keamanan yang sulit dideteksi, AI semacam ini bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, AI dapat membantu pengembang menemukan dan menambal celah keamanan sebelum dieksploitasi. Di sisi lain, AI juga bisa dimanfaatkan oleh aktor jahat untuk menemukan dan mengeksploitasi celah tersebut dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Masalahnya, filter keamanan yang diterapkan Anthropic pada Claude Fable 5 mungkin tidak cukup untuk mencegah penggunaan jahat, terutama jika peretas menemukan cara untuk memanipulasi atau menghindari filter tersebut.
Bagaimana Claude Fable 5 Bisa Mengubah Permainan di Dunia Kripto
Claude Fable 5 adalah model AI generasi terbaru dari Anthropic yang mengklaim memiliki kemampuan pemrograman dan penalaran yang lebih unggul dibandingkan model sebelumnya. Model ini dirancang untuk menangani tugas-tugas kompleks seperti menulis, mengedit, dan men-debug kode dengan lebih efisien. Dalam dunia DeFi, di mana smart contract menjadi tulang punggung sistem, kemampuan ini bisa sangat berharga. Namun, kemampuan yang sama juga bisa dimanfaatkan untuk tujuan jahat.
Salah satu kekhawatiran utama adalah bahwa AI ini bisa digunakan untuk menemukan celah keamanan dalam smart contract dengan sangat cepat. Smart contract di DeFi sering kali memiliki kompleksitas tinggi dan rentan terhadap serangan jika tidak ditulis dengan sempurna. AI yang mampu menganalisis ribuan baris kode dalam hitungan detik bisa dengan mudah menemukan celah yang luput dari perhatian pengembang manusia. Lebih buruk lagi, AI ini juga bisa digunakan untuk menulis kode eksploitasi yang memanfaatkan celah tersebut, sehingga serangan bisa dilakukan dengan lebih efisien dan tanpa jejak.
Namun, Anthropic berusaha membatasi risiko ini dengan menerapkan filter keamanan yang ketat. Model ini hanya tersedia bagi pengguna yang telah melalui proses verifikasi ketat, terutama untuk varian Mythos 5 yang lebih kuat. Meskipun demikian, para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa filter semacam ini tidaklah sempurna. Peretas yang cerdik bisa saja menemukan cara untuk memanipulasi atau menghindari filter tersebut, terutama jika mereka memiliki akses ke model melalui jalur yang tidak terlindungi. Dalam dunia kripto, di mana keamanan sering kali menjadi taruhan terakhir, ketergantungan pada filter AI bisa menjadi bumerang.
DeFi: Industri dengan Risiko Keamanan Tertinggi di Kripto
DeFi telah menjadi salah satu sektor paling inovatif dalam industri kripto, tetapi juga menjadi salah satu yang paling rentan terhadap serangan siber. Sejak awal tahun ini, kerugian akibat peretasan di sektor DeFi telah mencapai lebih dari $840 juta. Angka ini mencerminkan betapa rapuhnya sistem yang dibangun di atas smart contract, yang sering kali memiliki celah keamanan yang sulit dideteksi bahkan oleh pengembang berpengalaman.

Sebagian besar kerugian ini bukan disebabkan oleh bug dalam smart contract itu sendiri, melainkan oleh kesalahan manusia dan kegagalan operasional. Misalnya, peretasan besar-besaran yang terjadi pada protokol DeFi sering kali disebabkan oleh kesalahan konfigurasi, kunci pribadi yang terekspos, atau alur tanda tangan yang cacat. Dalam konteks ini, AI seperti Claude Fable 5 bisa menjadi senjata yang sangat ampuh bagi peretas untuk menemukan dan mengeksploitasi celah-celah semacam ini dengan kecepatan yang tak terbayangkan.
Namun, AI juga bisa menjadi alat yang sangat berguna bagi pengembang DeFi untuk meningkatkan keamanan sistem mereka. Dengan kemampuan untuk menganalisis kode secara menyeluruh dan menemukan celah keamanan sebelum dieksploitasi, AI bisa membantu mengurangi risiko peretasan. Tantangannya adalah bagaimana menyeimbangkan penggunaan AI untuk meningkatkan keamanan tanpa memberikan senjata yang sama kepada aktor jahat. Ini adalah pertanyaan yang sulit dijawab, terutama mengingat sifat AI yang semakin canggih dan sulit dikendalikan.
Ancaman AI terhadap Keamanan Kripto: Lebih Cepat, Lebih Licik, Lebih Berbahaya
Para ahli keamanan siber telah lama memperingatkan bahwa AI akan mengubah lanskap ancaman siber secara fundamental. Dengan kemampuan untuk memproses data dalam jumlah besar dan menemukan pola yang tak terlihat oleh manusia, AI bisa menjadi alat yang sangat ampuh bagi peretas. Dalam konteks DeFi, AI bisa digunakan untuk menemukan celah keamanan dalam smart contract, menulis kode eksploitasi, dan bahkan melakukan serangan sosial (social engineering) dengan lebih efektif.
Salah satu ancaman terbesar adalah kemampuan AI untuk melakukan serangan yang lebih cepat dan lebih sulit dideteksi. Misalnya, AI bisa digunakan untuk memindai jaringan blockchain secara real-time dan menemukan celah keamanan dalam hitungan detik. Setelah celah ditemukan, AI bisa langsung menulis dan mengeksekusi kode eksploitasi tanpa perlu campur tangan manusia. Ini berarti bahwa serangan bisa dilakukan dengan kecepatan yang tak terbayangkan, sehingga sistem keamanan yang ada saat ini mungkin tidak cukup untuk menghentikannya.
Ancaman lain adalah serangan sosial. AI yang canggih bisa digunakan untuk meniru suara atau perilaku manusia dengan sangat akurat, sehingga memudahkan peretas untuk menipu korban mereka. Dalam dunia DeFi, di mana transaksi sering kali dilakukan secara otomatis dan tanpa verifikasi manusia, serangan semacam ini bisa sangat merusak. Misalnya, peretas bisa menggunakan AI untuk meniru suara seorang eksekutif perusahaan dan meminta karyawan untuk mentransfer dana ke akun yang salah.
Filter Keamanan Anthropic: Apakah Cukup untuk Menghentikan Ancaman?








Hasil nyata dari AI MEFAI. Dapatkan diskon $50 untuk paket Pro.
Disponsori · Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil masa depan. Bukan saran keuangan.
Anthropic telah menerapkan filter keamanan yang ketat pada Claude Fable 5 untuk mencegah penggunaan jahat. Model ini hanya tersedia bagi pengguna yang telah melalui proses verifikasi ketat, terutama untuk varian Mythos 5 yang lebih kuat. Meskipun demikian, para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa filter semacam ini tidaklah sempurna. Peretas yang cerdik bisa saja menemukan cara untuk memanipulasi atau menghindari filter tersebut, terutama jika mereka memiliki akses ke model melalui jalur yang tidak terlindungi.

Salah satu masalah utama adalah bahwa filter keamanan AI sering kali hanya efektif terhadap ancaman yang sudah diketahui. AI yang canggih bisa dengan mudah menemukan cara untuk menghindari filter tersebut dengan memanipulasi input atau menemukan celah dalam logika filter. Selain itu, proses verifikasi yang ketat juga tidak selalu efektif, terutama jika peretas berhasil mendapatkan akses ke akun pengguna yang telah terverifikasi.
Dalam konteks DeFi, di mana sistem sering kali bergantung pada smart contract yang kompleks dan sulit dipahami, filter keamanan AI mungkin tidak cukup untuk mencegah serangan. Para pengembang DeFi perlu mempertimbangkan untuk menggunakan berbagai lapisan keamanan tambahan, seperti audit kode secara berkala, penggunaan multi-signature untuk transaksi besar, dan penerapan protokol keamanan yang lebih ketat. Tanpa langkah-langkah ini, risiko peretasan akan tetap tinggi, bahkan dengan adanya filter keamanan AI.
Apa yang Bisa Dilakukan Pengembang dan Pengguna DeFi untuk Melindungi Diri?
Ancaman yang dibawa oleh AI seperti Claude Fable 5 menunjukkan bahwa keamanan di DeFi tidak lagi hanya tentang menulis kode yang baik, tetapi juga tentang memahami dan mengelola risiko yang dibawa oleh teknologi baru. Para pengembang DeFi perlu mengambil langkah-langkah proaktif untuk melindungi sistem mereka dari ancaman AI. Salah satu langkah pertama adalah dengan melakukan audit kode secara berkala menggunakan alat bantu AI yang dirancang untuk menemukan celah keamanan. Meskipun AI bisa menjadi ancaman, ia juga bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk meningkatkan keamanan.
Pengguna DeFi juga perlu lebih waspada terhadap ancaman yang dibawa oleh AI. Misalnya, mereka perlu memastikan bahwa kunci pribadi mereka disimpan dengan aman dan tidak terekspos. Mereka juga perlu berhati-hati terhadap serangan sosial, seperti penipuan yang menggunakan AI untuk meniru suara atau perilaku manusia. Dalam dunia DeFi, di mana transaksi sering kali dilakukan secara otomatis, pengguna perlu memastikan bahwa setiap transaksi diverifikasi dengan hati-hati sebelum dieksekusi.
Selain itu, para pengembang dan pengguna DeFi perlu bekerja sama untuk membangun ekosistem yang lebih aman. Ini bisa dilakukan dengan berbagi informasi tentang ancaman yang ditemukan, mengembangkan standar keamanan yang lebih ketat, dan berkolaborasi dengan para ahli keamanan siber untuk mengembangkan solusi yang lebih efektif. Tanpa kerja sama ini, risiko peretasan akan tetap tinggi, dan kerugian akibat serangan siber akan terus meningkat.
Masa Depan Keamanan Kripto: Antara Ancaman dan Peluang
Ancaman yang dibawa oleh AI seperti Claude Fable 5 menunjukkan bahwa masa depan keamanan kripto akan semakin kompleks dan menantang. Di satu sisi, AI bisa menjadi ancaman yang sangat serius bagi sistem DeFi yang sudah rapuh. Di sisi lain, AI juga bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk meningkatkan keamanan dan mencegah serangan. Tantangannya adalah bagaimana menyeimbangkan penggunaan AI untuk meningkatkan keamanan tanpa memberikan senjata yang sama kepada aktor jahat.

Salah satu solusi yang mungkin adalah dengan mengembangkan AI yang dirancang khusus untuk keamanan, seperti AI yang dapat mendeteksi dan mencegah serangan secara real-time. AI semacam ini bisa digunakan untuk memindai jaringan blockchain secara terus-menerus, menemukan celah keamanan, dan mengambil tindakan pencegahan sebelum serangan terjadi. Selain itu, para pengembang juga perlu mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi blockchain yang lebih aman, seperti yang menggunakan konsensus proof-of-stake atau yang memiliki mekanisme keamanan tambahan.
Namun, solusi ini juga memiliki tantangannya sendiri. Misalnya, mengembangkan AI yang dirancang khusus untuk keamanan membutuhkan sumber daya yang besar dan keahlian yang tinggi. Selain itu, teknologi blockchain yang lebih aman sering kali memiliki trade-off dalam hal skalabilitas atau efisiensi. Para pengembang perlu mempertimbangkan dengan hati-hati trade-off ini sebelum mengambil keputusan.
Apa yang Harus Diwaspadai Selanjutnya?
Dalam beberapa bulan mendatang, para pelaku industri DeFi perlu mengawasi perkembangan model AI seperti Claude Fable 5 dengan sangat hati-hati. Jika model ini semakin banyak digunakan oleh peretas, kita bisa melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah dan kompleksitas serangan siber terhadap sistem DeFi. Para pengembang perlu mempersiapkan diri dengan melakukan audit keamanan secara berkala, menggunakan alat bantu AI untuk mendeteksi celah keamanan, dan menerapkan protokol keamanan yang lebih ketat.
Pengguna DeFi juga perlu lebih waspada terhadap ancaman yang dibawa oleh AI. Mereka perlu memastikan bahwa kunci pribadi mereka disimpan dengan aman, transaksi diverifikasi dengan hati-hati, dan tidak mudah tertipu oleh serangan sosial. Selain itu, para pelaku industri juga perlu bekerja sama untuk membangun ekosistem yang lebih aman dengan berbagi informasi tentang ancaman yang ditemukan dan mengembangkan standar keamanan yang lebih ketat.
Pada akhirnya, masa depan keamanan kripto akan sangat bergantung pada bagaimana industri ini mampu beradaptasi dengan ancaman baru yang dibawa oleh AI. Dengan mengambil langkah-langkah proaktif dan bekerja sama, para pelaku industri bisa mengurangi risiko peretasan dan membangun sistem DeFi yang lebih aman dan terpercaya. Namun, jika langkah-langkah ini tidak diambil, ancaman yang dibawa oleh AI bisa menjadi bencana besar bagi dunia kripto.
Lebih lanjut di Crypto & Trading

SpaceX IPO dan Dampaknya terhadap Simpanan Bitcoin Perusahaan Publik Terbesar
SpaceX membawa 18.712 bitcoin senilai $1,3 miliar saat IPO, menjadikan perusahaan publik terbesar yang memegang aset crypto sebagai cadangan. Langkah ini bisa memengaruhi tren perusahaan teknologi lai

Stablecoin: dari Kemenangan Kripto Menjadi Uang Menganggur
Stablecoin kini menyimpan $315 miliar, tapi sebagian besar hanya diam di dompet digital. Kripto gagal ciptakan modal produktif dan kini mencari cara agar aset stabil ini bisa bekerja layaknya uang tra

Perebutan SpaceX IPO Lewat Token Saham: Teknologi Bukan Masalah, Akses Jadi Kunci
Platform crypto gagal penuhi janji token SpaceX IPO karena tidak mampu mendapatkan saham asli akibat permintaan melonjak dan alokasi terbatas

